Tren Hunian TOD Jadi Pilihan Pembeli Rumah

TOD atau Transit Oriented Development merupakan hunian masa depan yang terkoneksi dengan transportasi publik. Pembangunannya sedang gencar dilakukan di berbagai wilayah Indonesia seiring dengan semakin meningkatnya volume kendaraan di sejumlah kota besar. Kebutuhan akan hunian yang memiliki akses mudah ke transportasi publik yang semakin meningkat juga menjadikan hunian berkonsep TOD bisa menjadi solusi. Benarkah? Cek informasinya di bawah ini!

Tujuan hunian TOD

Tujuan utama munculnya hunian TOD adalah agar masyarakat dapat mempersingkat waktu tempuh menuju lokasi kerja dan menghemat biaya transportasi yang harus dikeluarkan. Selain itu, TOD juga dibangun untuk membuat kawasan yang kerap mengalami kemacetan bisa menjadi lebih lancar. Hunian TOD juga diharapkan bisa memberikan masyarakat Indonesia layanan transportasi kelas satu, yang selanjutnya diharapkan mampu mengatasi masalah lalu lintas dan menumbuhkan perekonomian di kawasan tersebut.

Hunian TOD dapat menjadi salah satu cara mengurai kemacetan

Hunian TOD dianggap mampu menjadi salah satu cara untuk mengurai kemacetan. Dilansir dari Kompas.com, hal tersebut juga disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, yang menyebut bahwa pembangunan hunian berbasis TOD merupakan solusi atas hunian yang tidak hanya layak, tapi juga terjangkau.

Masyarakat pun bisa langsung merasakan berbagai manfaatnya, seperti penggunaan transportasi publik berupa kereta komuter. Jika dibandingkan dengan mengendarai kendaraan pribadi, hal ini tentu bisa lebih menghemat waktu, belum lagi bisa membantu mengurangi kemacetan di jalan-jalan arteri.

Mengurangi polusi udara

Polusi udara merupakan suatu kondisi di mana udara yang ada di sekitar dicemari oleh bahan-bahan kimia, zat, atau partikel yang bersifat negatif dan bersifat membahayakan manusia dan makhluk hidup lainnya. Polusi udara ini dapat mengakibatkan berbagai macam dampak merugikan.

Nah, hunian TOD sendiri tidak hanya dapat mengurangi kemacetan, namun juga secara langsung mampu mengurangi polusi udara. Hal tersebut tentu saja karena berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi. Semakin sedikit jumlah kendaraan pribadi yang digunakan, semakin besar pula pengurangan polusi udara yang bisa dimaksimalkan.

Terhubung dengan moda transportasi massal

Jika dilihat dari jenis propertinya, hunian TOD lebih banyak dibangun secara vertikal dibanding rumah tapak karena ketersediaan tanah yang terbatas. Hunian TOD ini juga dianggap lebih menarik karena lokasinya yang terhubung dengan moda transportasi massal. Umumnya, pengembangan properti berbasis TOD ini juga mengutamakan infrastruktur transportasi, misalnya LRT, MRT, dan kereta komuter. Alhasil, kehadiran transportasi massal pun bisa memudahkan mobilitas para penghuni di kawasan TOD.

Hunian Rumah Tapak TOD dengan Harga Terjangkau

Nah, itulah informasi mengenai hunian TOD yang perlu Anda ketahui. Tertarik memiliki hunian TOD sekarang? Pertimbangkan unit yang tersedia dari Citra Maja Raya. Kota baru terpadu seluas 2.600 Ha yang digagas dengan konsep TOD dan dikembangkan oleh Ciputra Group ini telah berhasil memasarkan lebih dari 15.000 unit rumah dan komersil Jika tertarik, segera miliki rumah selangkah ke stasiun Maja dengan harga mulai dari Rp 170 Juta All in. Semoga bermanfaat!