Peresmian Citra Maja Raya, Gerbang Kota Baru Publik Di Barat Jakarta

Peresmian pembangunan proyek terbesar Ciputra Group dilahan seluas 2.000 hektar digadangkan menjadi gerbang kota baru publik di Maja, Lebak Banten. Proyek hasil kolaborasi PT Ciputra Residence, PT Hanson Internasional Tbk, dan PT Putra Asih Laksana sekaligus menjadi cikal bakal dan ikon bertumbuhnya kota baru publik ini. Ciputra Group-pun sangan mendukung program pemerintah lainnya dengan menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pemerintah (FLPP).

Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan secara langsung memberikan dukungannya kepada Citra Maja Raya yang turut andil dalam perencanaan program pembangunan kota baru publik di Maja ini dengan meresmikan secara langsung oleh Bapak Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) dan Bapak Basuki Hadimulyono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Dalam kesempatan yang sama, Acara Peresmian Citra Maja Raya juga akan dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Dalam pelaksanaan peresmian Citra Maja Raya turut diramaikan dengan hadirnya ribuan undangan dan masyarakat juga berbagai media nasional dan lokal yang menyaksikan pertunjukan seni tari Maja, Bebak Banten. Pertunjukan Seni Tari Walijamaliha yang merupakan tarian selamat datang khas Provinsi Banten dan Rampak Bedug sekaligis menjadi penanda dimulainnya berbagai prosesi dalam rangkaian acara peresmian Citra Maja Raya. Selanjutnya, dalam prosesi peresmian Citra Maja Raya dilanjutkan denga dilakukan penandatanganan prasasti dan pemukulan 12 bedug secara bersamaan . Sebelumnya akan dilakukan video presentasi Citra Maja Raya.

Dalam upaya mendukung program pemerintah, Founder Ciputra Group, Ciputra dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan Citra Maja Raya merupakan langkah nyata Ciputra Group dalam upaya mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan kota baru Maja yang masuk dalam salah satu dari 10 kota baru yang dicanangkan pemerintah. Tidak hanya melengkapi diri dengan berbagai infrastrukturnya. Ciputra Group juga menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sebagai upaya untuk mengurangi jumlah backlog yag saat ini telah mencapai lebih dari 13 ribu unit per tahunnya.

“Dalam perencanaan pembangunan yang kami di Citra Maja Raya kota ini kami didesain dengan konsep TOD (transit oriented development), yaitu pengembangan kawasan berbasis sistem transportasi massal, yang sudah didukung KA Commuter Line, rel double track, dan sarana stasiun yang lebih modern. Sekaligus upaya kami untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan emanfaatkan transportasi masal. Selain itu, akan ada banyak fasilitas pendukung yang akan dibangun seperti ecopark park, pasar modern, sekolah, fasilitas keagamaan, dan sebagainya sehingga Citra Maja Raya dapat berkembang sebagai kota yang mandiri,” kata Bapak Ciputra dalam acara peresmian pembangunan Citra Maja Raya, di Maja, Lebak, Banten, Sabtu (18/11).

Ciputra menegaskan pengembangan Citra Mega Raya merrupakan sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari total 10.000 rumah yang telah dibangun sejak proyek ini dimulai 2015 silam, 8.000 rumah di antaranya dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu akan dibangun lagi 1.000 rumah MBR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Citra Maja Raya Mampu Tampung 1,2 Juta Jiwa

Dalam kesempatan sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Maja, Lebak Banten merupakan satu dari 10 proyek kota baru publik yang akan dikembangkan pemerintah di seluruh wilayah di Indonesia. Di Citra Maja Raya sendiri, lanjut Basuki, Kawasan permukiman yang dibangun sejak 2015 itu diperkirakan dapat menampung hingga 1,2 juta jiwa saat sudah rampung. “Jadi bukan Citra Maja Raya saja, tapi kota Maja di sebelah barat Jakarta ini untuk menahan urbanisasi supaya orang tidak perlu ke Jakarta,” ujar Basuki.

Hal senada juga diungkapkan Menhub Budi Karya Sumadi, “Untuk mendukung konsep TOD, Kementerian Perhubungan berencana mengembangkan akses transportasi menuju lokasi, seperti Stasiun Maja yang saat ini dilewati KRL, ada juga pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja yang akan dikembangkan oleh swasta dalam waktu dekat ini, sehingga pembangunan kota baru publik di Maja ini dapat berjalan dengan cepat. “Saya apresiasi pembangunan di Maja ini sebagai kolaborasi swasta dan pemerintah. Dekat-dekatlah dengan kami untuk perencanaan. Presiden selalu sampaikan kita harus bekerja dengan swasta,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi.

Peresmian Citra Maja Raya menjadi babak baru kota baru publik Maja. Rancangan pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan akses informasi menjadi langkah awal pemerintah dalam mengebut menjalankan amanat dan pesan nawacita ketiga dalam membangun Kota Baru Publik Maja yakni “Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-daerah dan Desa Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia” serta amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 melalui progran pembangunan 10 Kota Baru Publik.

“pengembangan Kota Baru Maja sangat bagus posisinya. Terlebih, saat ini telah ada ultimate program Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan, seperti pembangunan Waduk Sindangheula dan Waduk Karian yang sedang berjalan, rel kereta api double track, Jalan Tol Serang-Panimbang, Jalan Tol Serpong-Balaraja, pembangunan jalan Pamulang-Maja serta pembangunan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) bersubsidi dan infrastruktur permukiman. Dengan diresmikannya Citra Maja Raya merupakan babak baru dalam pembangunan kota baru publik di Maja, sehingga pembangunan dan pertumbuhan penduduk, sosial, ekonomi juga akan bertumbuh. Kami sangan apresiasi dengan perencanaan pembangunan Citra Maja Raya yang cepat dan efektif ini,” tambah MenPUPR, Basuki.