Category: News & Artcles

Kunjungan Kementerian PUPR ke Kota Baru Maja

Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan bersama dengan Real Estate Indonesia (REI) lakukan peninjauan pengembangan di Kota Baru Maja, khususnya proyek Ciputra Group, Citra Maja Raya, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis 25/01/2018. Dalam tinjauannya Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Bapak Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan akan terus mendukung pengembangan kota baru di maja karena ini sifatnya untuk memenuhi kebutuhan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan bentuk perhatian Pemerintah dan pengembang swasata pada pembangunan Kota Mandiri Baru yang dapat mendukung Program Satu Rumah. Dalam kesempatan tersebut, Khalawi mengungkapkan bahwa Pemerintah terus melakukan langkah-langkah dalam menyediakan perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya dengan skema FLPP.

“Pengembangan ini akan didukung dengan infrastruktur dan akses transportasi sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Dengan dibangunnya Kota baru maja diharapkan dapat menekan angka urbanisasi yang ada di kota-kota besar. Terlebih dengan adanya pengembangan oleh pihak swasta, tentunya akan mendorong percepatan dan pertumbuhan kota baru itu sendiri. Di Citra Maja Raya sendiri, saat ini telah terbangun lebih dari 10 ribu unit rumah dan 800 unit diantaranya diperuntukan untuk MBR,” jelas Khalawi disela kunjungannya di Citra Maja Raya, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis 25/01/2018.

Di Kota Baru Maja, Dirjen PUPR melakukan kunjungan Citra Maja Raya dan Perumahan Permata Mutiara Maja yang berlokasi hanya 5 menit dari stasiun Maja. Dengan waktu tempuh kereta ke pusat Kota Jakarta adalah sekitar 90 menit, kedua lokasi tersebut akan membangun rumah subsidi KPR FLPP dengan batasan harga maksimal 148,5 juta yang dapat dicicil dengan bungan flat 5% hingga 20 tahun.

Dikesempatan sama, Direktur PT Ciputra Residence, Bapak Mary Octo Sihombing mengungkapkan, Ciputra sangat endukung upaya pemerintah dalam melaksanakan percepatan pembangunan di Maja sebagai kota baru public. Terlebih, Citra Maja Raya telah membangun lebihd ari 10 ribu unit dan sebagian besarnya merupakan diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun demikian, sebagai upaya untuk mendukung penyediaan perumahan dengan skema FLPP, Citra Maja Raya kedepan akan menbangun ribuan unit rumah dengan skema FLPP.

“Kami memiliki komitmen yang sama dengan pemerintah terkait dengan penyediaan rumah MBR. Meski kita belum masuk dalam skema FLPP, tahun 2018 kami berkomitmen untuk menyediakannya. Terkait dengan masuknya Maja sebagai kota baru public yang diprogramkan pemerintah, kami sangat mengapresiasinya, terlebih dengan masuknya Maja dalam program tersebut, dipastikan segala infrastruktur pendukungnya akan di percepat, sehingga amanat RPJMN yang dilaksanakan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan rencana. Di sisi lainnya, tentu ini akan berdampak baik pada proyek kami di Citra Maja Raya,” ungkap Bapak Octo

Maja Jadi Kota Mandiri dan Penahan Laju Urbanisasi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan proyek Citra Maja Raya di Maja, Lebak, Banten, kemarin (Sabtu, 18/11).

Kota Maja akan menjadi salah satu kota penahan laju urbanisasi ke Jakarta. Proyek yang didirikan di salah satu dari sepuluh kota baru publik yang dicanangkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 ini dikembangkan Ciputra Group.

“Hari ini peresmian pengembangan Kota Maja. Jadi bukan Citra Raya saja, melainkan juga Kota Maja sebagai (kawasan) urbanisasi yang menuju ke Jakarta,” kata Basuki.

Ia menjelaskan Kota Maja diharapkan mampu menjadi daerah penyangga Jakarta yang mandiri. Luasnya sekitar 15 ribu ha dan mampu menampung 1,2 juta jiwa serta akan dilengkapi fasilitas umum termasuk akses tol dan stasiun kereta dari dan menuju Jakarta.

“Makanya diusulkan bahwa Stasiun Maja selanjutnya harus dikembangkan. Saya kira Kota Maja akan ada Tol Serpong-Balaraja yang dikembangkan swasta non-BUMN, sudah mau dibangun, hanya ada masalah administrasi konsorsium mereka,” ujar Basuki.

Menurut dia, akses tol tersebut akan segera selesai pada 2019 karena tidak terhambat oleh pro­ses pembebasan tanah. Akses Tol Panimbang-Serang juga ditargetkan rampung pada tahun yang sama.

“Kemudian dengan adanya KRL yang dikembangkan dan double track sampai Merak, ada tol yang dikoneksikan ke Maja. Itu menurut saya baik,” kata dia.

Dengan perencanaan tersebut, lanjut dia, Maja bisa menjadi kota mandiri dan penyangga. Nantinya arus urbanisasi di Jakarta bisa surut karena masyarakat mendapatkan pilihan lain, termasuk sembilan kota mandiri lain.

“Kita juga jangan sampai lagi bergantung pada Jakarta, harus self service supaya bisa menghidupi kotanya sendiri,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan PT KAI kini tengah mengerjakan proyek jalur ganda Stasiun Maja-Rangkasbitung sepanjang 40 kilometer. Pembangunan jalur ganda tersebut bertujuan mendukung pelayanan transportasi kereta commuter line.

Pendiri Ciputra Group, Ciputra, mengatakan Maja yang dikembangkan sebagai salah satu kota baru publik didukung dengan pembangunan infrastruktur dan hunian yang mumpuni.

Pembangunan kawasan hunian Citra Maja Raya merupakan salah satu langkah Ciputra Group dalam mendukung upaya pemerintah mengembangkan sepuluh kota baru.

Sumber: MediaIndonesia.com
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Di Balik Upaya Ciputra Group Bangun 12 Ribu Rumah Murah

Keseriusan pemerintah dalam melaksanakan pemerataan pembangunan dengan menciptakan kawasan ekonomi baru melalui 10 kota baru publik di seluruh Indonesia bukan hanya isapan jempol. Kota Baru Maja, Lebak, Banten yang masuk dalam sepuluh besar kota baru publik yang dicanangkan pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 terus dikebut pembangunannya.

Berbagai fasilitas seperti akses jalan, ketersediaan listrik, transportasi umum, dan utilitas lainnya terus dikebut. Salah satu pengembang yang mengambil peran di pembangunan di Maja adalah Ciputra Group.

Melalui proyek Citra Maja Raya, Ciputra Group membuat proyek kota terpadu terbesar mereka di sana yang baru saja diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada Sabtu, 18 November 2017.

Citra Maja Raya sendiri merupakan proyek join operation antara PT Ciputra Residence, PT Hanson International Tbk, dan PT Bhuwanalata Indah Permai Tbk yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2015. Dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), kawasan ini dibangun di atas tanah seluas 2.000 hektare.

“Di sini, kami sedang membangun sepuluh ribu unit rumah, 8.000 unit di dalamnya yang dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selajutnya, Citra Maja Raya juga akan membangun 1.000 unit rumah MBR subsidi dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disediakan pemerintah,” ujar Pendiri Ciputra Group Ciputra pada acara peresmian Proyek Citra Maja Raya di Maja, Lebak, Banten, Sabtu (18/11/2017).

Ciputra juga mengatakan, di dalam master plannya, kota baru terpadu ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas skala kota. Fasilitas mulai dari areal komersial Eco Plaza, fasilitas pendidikan, kesehatan, sport club, water park, pasar modern, shuttle bus, sun terminal, dan ruang terhuka hijau Eco Park.

Pembangunannya pun tidak dilakukan dengan asal-asalan tanpa memerhatikan kualitas. Citra Maja Raya mengklaim bahwa mereka telah mendapatkan pengakuan di bidang pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui sertifikasi Excellent Design for Greater Efficiency (EDGE) oleh lembaga Internasional Finance Corporation (IFC) yang merupakan subsidiary dari World Bank. Lembaga ini menilai bahwa Citra Maja Raya telah berhasil mengembangkan desain yang mampu meningkatkan efisiensi untuk penggunaan air, energi, dan material.

“Rencana pada tahun 2018, pembangunan akan dilanjutkan ke pasar modern, theme park, dan lain-lain. Kami akan memenuhi janji kami dalam hal ketepatan waktu,” imbuh Ciputra.

Secara keseluruhan, nantinya areal ini akan dibangun sekitar 120 ribu unit rumah hingga 15 tahun ke depan. Hingga saat ini, Ciputra Residence telah melakukan pembangunan di 430 hektare pertama tanah yang ada di tahap 1 dengan hasil 7.000 unit yang terjual. Pada awal 2017, ada pembangunan tahap 2 seluas 300 hektare dengan 12 ribu unit dan terjual 3.000 unit. Di tahap 2 ini, mereka mengembangkan lagi Kawasan Kintamani untuk segmen MBR bergaya resort Bali dengan harga Rp 157-250 juta.

Sumber: Marketeers.com
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Kota Baru Maja Akan Terkoneksi dengan Jalan Tol Serpong-Balaraja

Pembangunan tahap awal kota terpadu Citra Maja Raya yang berlokasi di Lebak, Banten telah rampung. PT Ciputra Residence sebagai pengembang kawasan tersebut telah mengubah 2.000 hektare lahan menjadi 12.000 unit hunian.
Untuk saat ini jumlah hunian yang sudah terjual sekitar 10.000 unit. Rinciannya, 7.000 unit telah dilakukan serah terima di tahap pertama hari ini sedangkan 3.000 unit akan menyusul di tahap kedua. Awal tahun depan, ada 1.000 unit rumah murah yang diprioritaskan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai kawasan Citra Maja Raya cukup strategis. Nantinya kawasan ini juga akan dilalui oleh jalan tol Serpong-Balaraja.

Jalan Tol Serpong-Balaraja akan dibangun dan dioperasikan oleh PT Trans Bumi Serbaraja. Total panjangnya mencapai 30 km dan terbagi menjadi tiga seksi dengan biaya pembangunan Rp 2,7 triliun.

“Kota Maja nanti ada Tol Serpong-Balaraja, yang dikembangkan oleh pengembang swasta dan BUMN. Tinggal ada masalah administrasi internal,” kata dia dalam acara peresmian Citra Maja Raya, Maja, Banten, Sabtu (18/11).

Basuki menambahkan Citra Maja Raya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang diperkirakan dapat menampung 1,2 juta penduduk. Selain akses jalan tol, Basuki memperkirakan Stasiun Maja juga akan diperbesar mengingat tempat ini akan menjadi titik sentral para komuter yang rutin menaiki KRL ke Jakarta dan sebaliknya.

“Nanti kalau ini full semua menjadi 1,2 juta jiwa makanya diusulkan oleh Pak Gubernur, mungkin Stasiun Kereta Api Majanya harus dikembangkan karena mungkin di sana lahan tanahnya juga sudah sempit, akan cari lahan yang mendekati pada kawasan-kawasan pengembangan ini,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sudah menyiapkan beberapa opsi agar Maja bisa berkembang dan menjadi kota mandiri baru. Misalnya pembangunan proyek double track kereta api hingga rencana pembangunan bandara baru.

“Kalau mikir sektoral (pembangunan bandara) layak tapi kita kan konstelasinya wilayah. Jangan sampai kita bangun tapi tidak memberikan layanan secara merata,” timbal Budi Karya.

Sumber: Kumparan.com
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Dua Menteri Resmikan Kota Terpadu Citra Maja Raya di Lebak

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan kota terpadu Citra Maja Raya di Lebak, Banten. Konsep kota terpadu ini berdiri di luas pengembangan lahan 2.000 hektar untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Pembangunan kota terpadu ini dimulai dari 2015. Selain memenuhi kebutuhan perumahan dan program pembangunan sejuta rumah, Kota Baru Maja didesain mengikuti kawasan berbasis transportasi massal seperti commuter line.

Menteri Basuki mengatakan kota terpadu ini dibangun atas kesepakatan antara pemerintah pusat, Provinsi Banten, Kabupaten Lebak dan pihak swasta. Maja menjadi salah satu kota baru yang dikembangkan bersama 10 kota lain di Indonesia.

“Kota Maja di sebelah barat Jakarta untuk menahan urbanisasi supaya orang tidak perlu ke Jakarta,” kata Basuki di Maja, Lebak, Banten, Sabtu (18/11/2017).

Kota ini, Basuki melanjutkan bahwa bisa menjadi kota yang mandiri ke depan. Di Maja juga nanti menurutnya dapat menampung sampai 1,2 juta jiwa. Di samping itu, untuk mengembangkan kota terpadu ini, juga akan dilakukan pengembangan termasuk stasiun Maja dan akan ada pembangunan tol Serpong-Balaraja yang akan dikembangkan oleh pihak swasta sebagai penunjang kota terpadu.

Sementara itu, Chairman and Founder Ciputra Group, Ciputra mengatakan bahwa Citra Maja Raya sedang membangun 10.000 unit rumah termasuk 8.000 unit khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ditambah 1.000 unit rumah subsidi dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang disiapkan pemerintah.

Dalam perencanaannya, Ciputra mengatakan bahwa kota terpadu ini juga akan dilengkapi fasilitas komersil, pendidikan, kesehatan, sport club, water park, pasar modern, shuttle bus, sub terminal, ruang terbuka hijau dan fasilitas umum dan sosial.

“Sejalan dengan program pemerintah, kami sejak 2015 turut ambil bagian dalam pembangunan terpadu Citra Maja Raya,” katanya.

Selain dua menteri Basuki dan Budi hadir dalam peresmian kota terpadu Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia.

Sumber: Detik.com
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Peresmian Citra Maja Raya, Gerbang Kota Baru Publik Di Barat Jakarta

Peresmian pembangunan proyek terbesar Ciputra Group dilahan seluas 2.000 hektar digadangkan menjadi gerbang kota baru publik di Maja, Lebak Banten. Proyek hasil kolaborasi PT Ciputra Residence, PT Hanson Internasional Tbk, dan PT Putra Asih Laksana sekaligus menjadi cikal bakal dan ikon bertumbuhnya kota baru publik ini. Ciputra Group-pun sangan mendukung program pemerintah lainnya dengan menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pemerintah (FLPP).

Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan secara langsung memberikan dukungannya kepada Citra Maja Raya yang turut andil dalam perencanaan program pembangunan kota baru publik di Maja ini dengan meresmikan secara langsung oleh Bapak Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) dan Bapak Basuki Hadimulyono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Dalam kesempatan yang sama, Acara Peresmian Citra Maja Raya juga akan dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Dalam pelaksanaan peresmian Citra Maja Raya turut diramaikan dengan hadirnya ribuan undangan dan masyarakat juga berbagai media nasional dan lokal yang menyaksikan pertunjukan seni tari Maja, Bebak Banten. Pertunjukan Seni Tari Walijamaliha yang merupakan tarian selamat datang khas Provinsi Banten dan Rampak Bedug sekaligis menjadi penanda dimulainnya berbagai prosesi dalam rangkaian acara peresmian Citra Maja Raya. Selanjutnya, dalam prosesi peresmian Citra Maja Raya dilanjutkan denga dilakukan penandatanganan prasasti dan pemukulan 12 bedug secara bersamaan . Sebelumnya akan dilakukan video presentasi Citra Maja Raya.

Dalam upaya mendukung program pemerintah, Founder Ciputra Group, Ciputra dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan Citra Maja Raya merupakan langkah nyata Ciputra Group dalam upaya mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan kota baru Maja yang masuk dalam salah satu dari 10 kota baru yang dicanangkan pemerintah. Tidak hanya melengkapi diri dengan berbagai infrastrukturnya. Ciputra Group juga menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sebagai upaya untuk mengurangi jumlah backlog yag saat ini telah mencapai lebih dari 13 ribu unit per tahunnya.

“Dalam perencanaan pembangunan yang kami di Citra Maja Raya kota ini kami didesain dengan konsep TOD (transit oriented development), yaitu pengembangan kawasan berbasis sistem transportasi massal, yang sudah didukung KA Commuter Line, rel double track, dan sarana stasiun yang lebih modern. Sekaligus upaya kami untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan emanfaatkan transportasi masal. Selain itu, akan ada banyak fasilitas pendukung yang akan dibangun seperti ecopark park, pasar modern, sekolah, fasilitas keagamaan, dan sebagainya sehingga Citra Maja Raya dapat berkembang sebagai kota yang mandiri,” kata Bapak Ciputra dalam acara peresmian pembangunan Citra Maja Raya, di Maja, Lebak, Banten, Sabtu (18/11).

Ciputra menegaskan pengembangan Citra Mega Raya merrupakan sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari total 10.000 rumah yang telah dibangun sejak proyek ini dimulai 2015 silam, 8.000 rumah di antaranya dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu akan dibangun lagi 1.000 rumah MBR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Citra Maja Raya Mampu Tampung 1,2 Juta Jiwa

Dalam kesempatan sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Maja, Lebak Banten merupakan satu dari 10 proyek kota baru publik yang akan dikembangkan pemerintah di seluruh wilayah di Indonesia. Di Citra Maja Raya sendiri, lanjut Basuki, Kawasan permukiman yang dibangun sejak 2015 itu diperkirakan dapat menampung hingga 1,2 juta jiwa saat sudah rampung. “Jadi bukan Citra Maja Raya saja, tapi kota Maja di sebelah barat Jakarta ini untuk menahan urbanisasi supaya orang tidak perlu ke Jakarta,” ujar Basuki.

Hal senada juga diungkapkan Menhub Budi Karya Sumadi, “Untuk mendukung konsep TOD, Kementerian Perhubungan berencana mengembangkan akses transportasi menuju lokasi, seperti Stasiun Maja yang saat ini dilewati KRL, ada juga pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja yang akan dikembangkan oleh swasta dalam waktu dekat ini, sehingga pembangunan kota baru publik di Maja ini dapat berjalan dengan cepat. “Saya apresiasi pembangunan di Maja ini sebagai kolaborasi swasta dan pemerintah. Dekat-dekatlah dengan kami untuk perencanaan. Presiden selalu sampaikan kita harus bekerja dengan swasta,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi.

Peresmian Citra Maja Raya menjadi babak baru kota baru publik Maja. Rancangan pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan akses informasi menjadi langkah awal pemerintah dalam mengebut menjalankan amanat dan pesan nawacita ketiga dalam membangun Kota Baru Publik Maja yakni “Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-daerah dan Desa Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia” serta amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 melalui progran pembangunan 10 Kota Baru Publik.

“pengembangan Kota Baru Maja sangat bagus posisinya. Terlebih, saat ini telah ada ultimate program Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan, seperti pembangunan Waduk Sindangheula dan Waduk Karian yang sedang berjalan, rel kereta api double track, Jalan Tol Serang-Panimbang, Jalan Tol Serpong-Balaraja, pembangunan jalan Pamulang-Maja serta pembangunan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) bersubsidi dan infrastruktur permukiman. Dengan diresmikannya Citra Maja Raya merupakan babak baru dalam pembangunan kota baru publik di Maja, sehingga pembangunan dan pertumbuhan penduduk, sosial, ekonomi juga akan bertumbuh. Kami sangan apresiasi dengan perencanaan pembangunan Citra Maja Raya yang cepat dan efektif ini,” tambah MenPUPR, Basuki.

Kota Mandiri Citra Maja Raya Diresmikan

Kota mandiri Citra Maja Raya di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, diresmikan, Sabtu (18/11). Pembangunan itu dilakukan PT Ciputra Residence, PT Hanson International Tbk, dan PT Putra Asih Laksana.

Menurut Direktur Utama PT Ciputra Residence Budiarsa Satrawinata di sela-sela peresmian tersebut, Citra Maja Raya adalah proyek kota terpadu Ciputra Group. Kompleks yang terletak di Kota Baru Maja itu dibangun sejak tahun 2015 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Maja adalah salah satu dari 10 kota baru publik yang dicanangkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Citra Maja Raya dibangun dengan konsep transit oriented development atau kawasan yang dikembangkan berbasis sistem transportasi massal.

Citra Maja Raya hanya berjarak kurang dari 1 kilometer dari Stasiun Maja yang sudah dilengkapi rel ganda. Luas Citra Maja Raya sekitar 2.000 hektar. ”Kami membangun Citra Maja Raya untuk mendukung pemerintah mewujudkan program sejuta rumah,” ujar Budiarsa.

Citra Maja Raya yang dibangun berwawasan lingkungan itu direncanakan menjadi kota baru terpadu. Didalamnya akan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan serta kesehatan, tempat olahraga, kolam renang, pasar, subterminal, bus ulang-alik, dan ruang terbuka hijau.

Sumber: kompas.id
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Komitmen Ciputra Kembangkan Kota Baru di Maja

Ciputra, pendiri dan Chairman Ciputra Group, Ciputra, menyatakan komitmennya mengembangkan kota baru CitraMaja Raya (2.000 ha) di Kota Publik Maja (10.000 ha), Kabupaten Lebak, Banten. Pak Ci, sapaan akrab Ciputra, menyebut CitraMaja Raya merupakan respon cepat Ciputra Group terhadap program pemerintah yang akan mengembangkan 10 kota baru di Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

“Kami terus memacu komitmen tersebut dengan mengembangkan proyek kota baru ini dengan konsep transit oriented development (permukiman yang terintegrasi dengan jalur transportasi massal atau TOD) bersama Hanson Group (pemilik lahan) sejak tahun 2015. Sampai sekarang lebih dari 10 ribu rumah (dan ruko) sudah dikembangkan, sebagian besar untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Ciputra saat peresmian CitraMaja Raya yang disebutnya the integrated new town, Sabtu (18/11/2017 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Ciputra Group mengembangkan CitraMaja Raya yang akan dilengkapi multifasilitas melalui subholding PT Ciputra Residence. Tampak hadir dalam acara antara lain Presdir Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata dan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia ((DPP REI) Soelaeman Soemawinata.

Ciputra mengapresiasi kinerja pemerintah yang bukan hanya berwacana terkait pengembangan 10 kota baru, tapi mendukungnya dengan pengembangan infrastruktur di kawasan Maja. Untuk transportasi massal, pemerintah sudah membangun jalur ganda kereta komuter dari Jakarta hingga Serpong yang kemudian diteruskan ke Parung Panjang, Maja dan Rangkasbitung, serta membangun, memperbaiki dan memperluas stasiun-stasiun yang dilaluinya.

Dengan kereta komuter sekarang dari Maja hingga ke Tanah Abang dan pusat bisnis Jakarta bisa ditempuh dalam 1,5 jam. Frekwensi perjalanan kereta yang sekarang setiap 30 menit nanti akan ditingkatkan menjadi setiap 15 menit sehingga waktu tempuh itu bisa lebih cepat.

Citra Maja Raya menawarkan rumah mulai tipe 22/60 seharga mulai dari Rp157 juta/unit. Dalam waktu dekat akan diluncurkan juga rumah bersubsidi dengan tipe yang sama seharga Rp141 juta yang bisa dibeli dengan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) atau subsidi selisih bunga (SSB) berbunga 5% per tahun fixed (tetap) selama periode KPR.

Saat ini rumah di CitraMaja Raya sudah mulai diserah-terimakan dan sebagian mulai dihuni. Karena itu Ciputra Residence pun mulai membangun fasilitas seperti pasar modern, rumah sakit, sekolah, hingga sarana hiburan keluarga waterpark, eco market, dan fasilitas ritel lainnya.
“Progres pembangunan dan penjualan Citra Maja Raya sangat baik dan pengembangan tahap pertama ini sangat lancar. Dengan infrastruktur yang terus dibangun pemerintah, Maja akan menjadi kawasan hunian modern yang ditunjang fasilitas yang makin lengkap,” ujarnya.

Sumber: HousingEstate.id
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Inilah Kunci Sukses Proyek Citra Maja Raya

Citra Maja Raya merupakan satu dari sekian proyek besar Grup Ciputra. Bagaimana tidak, proyek ini dikembangkan di areal seluas 2.000 hektare dan bermisi menjadikan Maja sebagai kota mandiri. Kini, Citra Maja Raya yang terletak di daerah Lebak, Banten telah memasuki tahap pembangunan dan telah terjual sekitar 10 ribu unit rumah dari 20 kluster yang mereka tawarkan sejak Desember 2014.

Berbagai infrastruktur dan fasilitas pun terus dibangun. Setidaknya ada beberapa strategi yang dilakukan oleh Ciputra dalam mensukseskan proyek pinggir kota ini.

“Respons pasar begitu bagus karena bayangan konsumen harganya bisa naik dan fasilitas terus bertambah. Selain itu, nama besar Ciputra Group memberikan kepercayaan mereka,” jelas Yance Onggo, GM Marketing Citra Raya, Ciputra Group saat mengunjungi proyek Citra Maja Raya di Lebak, Banten, Selasa (8/8/2017)

Menurutnya, proyek ini juga memiliki nilai tambah karena dibangun dengan misi untuk menjadi kota mandiri yang berorientasi pada konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini dihadirkan untuk mendorong penggunaan moda transportasi masal. Keberadaan stasiun Maja menjadi simpul transportasi commuter line bagi para penghuni ke depannya.

Fasilitas lain seperti stasiun transit dna feeder bus yang siap mengantarkan penghuni menuju stasiun maupun menuju Jakarta jugga masuk ke dalam rencana pengembangan proyek yang diperkirakan rampung dalam waktu 30 tahun ini.

Selain itu, proyek ini sukses juga karena dibantu juga oleh program pemerintah. Citra Maja Raya merupakan satu dari sepuluh kawasan yang masuk rencana pengembangan kota baru publik. Sehingga, pengembangan infrastrukturnya diprioritaskan oleh pemerintah. Hal ini sesuai dengan Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan semangat Nawacita Pemerintah Joko Widodo.

“Properti bisa berkembang jika pemerintah membangun infrastrukturnya. Seperti di Sumatera dan Kalimantan yang saat ini infrastrukturnya terus digenjot. Saya pastikan bahwa industri properti di sana akan meledak,” tutup Yance.

Sumber: Marketeers.com
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Media Visit 2017, Wartawan Goes To Proyek Citra Maja Raya

Bertepatan pada 8 Agustus 2017, Citra Maja Raya diramaikan dengan kehadiran puluhan wartawan dari berbagai media nasional. Bertajuk “Wartawan Goes To Proyek Citra Maja Raya” para wartawan selain diajak secara langsung mengetahun berbagai progress dengan berkeliling kawasan seluas 2.000 hektar (ha), juga dapat merasakan secara langsung menggunakan commuter line. Terlebih, Commuter Liner merupakan sarana transportasi utama sebagaimana tertuang dalam dalam master plan-nya sebagai kota mandiri berbasiskan Transit Oriented Development.

Sebelum menjejakan kaki di proyek Citra Maja Raya, dengan menempuh perjalanan 90 menit dari Stasiun Tanahabang, para Wartawan sangat menikmati perjalanan kereta Commuter Line. Selain bersih dan ber AC, Commuter Line juga sangat tepat waktu, sehingga moda transportasi masal ini dapat diandalkan. Tak salah, bila Citra Maja Raya mendedikasikan diri sebagai kota mandiri yang mengedepankan penggunaan transportasi masal ini.

Di proyek sendiri, sebagian besar wartawan merasa takjub dengan berbagai progress di lapangan, selain suda terbangun lebih dari 10 ribu unit rumah dari 13 cluster, juga berbagai sarana jalan dan jembatan penghubung juga sudah dapat diakses dengan baik. Terlebih, kedepan berbagai fasilitas pendukung lainnya akan terbangun dan ini akan menjadi value added bagi warga kedepannya. Terlebih lagi, unit rumah dari berbagai cluster yang sudah terbangun sudah masuk dalam tahap serah terima unit kepada konsumen.

Sukses pasarkan lebih dari 10.000 unit Rumah

Sebagaimana diketahui, Citra Maja Raya merupakan salah satu proyek terbesar Grup Ciputra dengan luas area pengembangan seluas 2.000 hektar di Maja, Lebak, Banten. Dalam master plan-nya, Citra Maja Raya didedikasikan sebagai kota mandiri yang berorientasikan kepada Transit Oriented Development (TOD), sebagai upaya untuk mendorong penggunaan moda transportasi masal. Keberadaan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi masal commuter line menjadi pendukung bagi mobilitas para penghuni kedepannya. Kini, Citra Maja Raya telah memasuki tahap pembangunan lebih dari 10.000 unit rumah dan lebih dari 500 ritel outlet. Juga direncanakan pembangunan fasilitas kota lainnya seperti area komersial dan lifestyle, pasar modern, sport club, EcoPark, fasilitas rekreasi Water Park-Theme Park, sekolah, ruang terbuka hijau, dan sarana publik lainnya.

Citra Maja Raya berada dikawasan yang sangat strategis, dimana kawasan maja merupakan 1 (Satu) dari 10 (sepuluh) rencana pengembangan kota baru publik yang di prioritaskan pengembangan infrastrukturnya oleh pemerintah, sesuai dengan Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan semangat Nawacita pemerintahan Jokowi – JK.

Dipasarkan sejak Desember 2014, Citra Maja Raya sukses memasarkan lebih dari 10.000 unit Rumah hanya dalam waktu singkat. Hal ini menjadi bukti bahwa Citra Maja Raya mendapatkan sambutan dan sangat diminati oleh masyarakat sebagai tempat terbaik untuk tinggal, berbisnis, dan berinvestasi di barat jakarta, secara umum dapat dikatakan ada 5 faktor utama Citra Maja Raya dapat diterima dan diminati oleh market, yaitu : pertama nama besar Ciputra Group yang memiliki track record yang baik di masyarakat dan terbukti sukses mengembangkan banyak kota terpadu di Indonesia bahkan di luar negeri, yang ke dua Konsep Pengembangan Kota Terpadu seluas 2.000 Ha yang berbasiskan TOD, dimana lokasi Citra Maja Raya hanya selangkah dari Stasiun KA Maja, yang ke tiga Kawasan Maja mendapatan prioritas pengembangan Infrastruktur oleh Pemerintah diantaranya perbaikan Stasiun KA Maja dan peningkatan kualitas jalan menjadi cor beton mulai dari tiga raksa hingga maja, ke empat harga jual yang terjangkau, dan yang ke lima Momentum yang tepat dimana Citra Maja Raya hadir disaat yang tepat dengan jumlah serta luas pengembangan yang tepat.

Citra Maja Raya dikembangkan secara bertahap, dimana pengembangan tahap 1 seluas 430 Ha sudah terjual keseluruhannya sebanyak +/- 7.000 unit Rumah. Pengembangan tahap 2 seluas 300 Ha sudah berhasil terjual +/- 3.000 unit Rumah. Tahun ini segera dibangun fasilitas fasilitas seperti: Commercial Center seperti Klinik (dikelola oleh Ciputra Hospital), Mini Market (sudah dibuka Alfamart), Restaurant, dan terminal terpadu sementara shuttle bus dari dan ke stasiun maja. Selain itu, Citra Maja Raya kedepannya akan dilengkapi dengan fasilitas fasilitas skala kota lainnya, seperti Sport Club dan EcoPlaza (Lifestyle Center) yang direncanakan dibangun tahun 2017 ini. Selanjutnya direncanakan menyusul di tahun 2018 , Water Park, Theme Park, sekolah, sarana ibadah, Pasar Modern, sarana terbuka hijau, dll.