Tag: jalan tol

Maja Jadi Kota Mandiri dan Penahan Laju Urbanisasi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan proyek Citra Maja Raya di Maja, Lebak, Banten, kemarin (Sabtu, 18/11).

Kota Maja akan menjadi salah satu kota penahan laju urbanisasi ke Jakarta. Proyek yang didirikan di salah satu dari sepuluh kota baru publik yang dicanangkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 ini dikembangkan Ciputra Group.

“Hari ini peresmian pengembangan Kota Maja. Jadi bukan Citra Raya saja, melainkan juga Kota Maja sebagai (kawasan) urbanisasi yang menuju ke Jakarta,” kata Basuki.

Ia menjelaskan Kota Maja diharapkan mampu menjadi daerah penyangga Jakarta yang mandiri. Luasnya sekitar 15 ribu ha dan mampu menampung 1,2 juta jiwa serta akan dilengkapi fasilitas umum termasuk akses tol dan stasiun kereta dari dan menuju Jakarta.

“Makanya diusulkan bahwa Stasiun Maja selanjutnya harus dikembangkan. Saya kira Kota Maja akan ada Tol Serpong-Balaraja yang dikembangkan swasta non-BUMN, sudah mau dibangun, hanya ada masalah administrasi konsorsium mereka,” ujar Basuki.

Menurut dia, akses tol tersebut akan segera selesai pada 2019 karena tidak terhambat oleh pro­ses pembebasan tanah. Akses Tol Panimbang-Serang juga ditargetkan rampung pada tahun yang sama.

“Kemudian dengan adanya KRL yang dikembangkan dan double track sampai Merak, ada tol yang dikoneksikan ke Maja. Itu menurut saya baik,” kata dia.

Dengan perencanaan tersebut, lanjut dia, Maja bisa menjadi kota mandiri dan penyangga. Nantinya arus urbanisasi di Jakarta bisa surut karena masyarakat mendapatkan pilihan lain, termasuk sembilan kota mandiri lain.

“Kita juga jangan sampai lagi bergantung pada Jakarta, harus self service supaya bisa menghidupi kotanya sendiri,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan PT KAI kini tengah mengerjakan proyek jalur ganda Stasiun Maja-Rangkasbitung sepanjang 40 kilometer. Pembangunan jalur ganda tersebut bertujuan mendukung pelayanan transportasi kereta commuter line.

Pendiri Ciputra Group, Ciputra, mengatakan Maja yang dikembangkan sebagai salah satu kota baru publik didukung dengan pembangunan infrastruktur dan hunian yang mumpuni.

Pembangunan kawasan hunian Citra Maja Raya merupakan salah satu langkah Ciputra Group dalam mendukung upaya pemerintah mengembangkan sepuluh kota baru.

Sumber: MediaIndonesia.com
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Di Balik Upaya Ciputra Group Bangun 12 Ribu Rumah Murah

Keseriusan pemerintah dalam melaksanakan pemerataan pembangunan dengan menciptakan kawasan ekonomi baru melalui 10 kota baru publik di seluruh Indonesia bukan hanya isapan jempol. Kota Baru Maja, Lebak, Banten yang masuk dalam sepuluh besar kota baru publik yang dicanangkan pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 terus dikebut pembangunannya.

Berbagai fasilitas seperti akses jalan, ketersediaan listrik, transportasi umum, dan utilitas lainnya terus dikebut. Salah satu pengembang yang mengambil peran di pembangunan di Maja adalah Ciputra Group.

Melalui proyek Citra Maja Raya, Ciputra Group membuat proyek kota terpadu terbesar mereka di sana yang baru saja diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada Sabtu, 18 November 2017.

Citra Maja Raya sendiri merupakan proyek join operation antara PT Ciputra Residence, PT Hanson International Tbk, dan PT Bhuwanalata Indah Permai Tbk yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2015. Dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), kawasan ini dibangun di atas tanah seluas 2.000 hektare.

“Di sini, kami sedang membangun sepuluh ribu unit rumah, 8.000 unit di dalamnya yang dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selajutnya, Citra Maja Raya juga akan membangun 1.000 unit rumah MBR subsidi dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disediakan pemerintah,” ujar Pendiri Ciputra Group Ciputra pada acara peresmian Proyek Citra Maja Raya di Maja, Lebak, Banten, Sabtu (18/11/2017).

Ciputra juga mengatakan, di dalam master plannya, kota baru terpadu ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas skala kota. Fasilitas mulai dari areal komersial Eco Plaza, fasilitas pendidikan, kesehatan, sport club, water park, pasar modern, shuttle bus, sun terminal, dan ruang terhuka hijau Eco Park.

Pembangunannya pun tidak dilakukan dengan asal-asalan tanpa memerhatikan kualitas. Citra Maja Raya mengklaim bahwa mereka telah mendapatkan pengakuan di bidang pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui sertifikasi Excellent Design for Greater Efficiency (EDGE) oleh lembaga Internasional Finance Corporation (IFC) yang merupakan subsidiary dari World Bank. Lembaga ini menilai bahwa Citra Maja Raya telah berhasil mengembangkan desain yang mampu meningkatkan efisiensi untuk penggunaan air, energi, dan material.

“Rencana pada tahun 2018, pembangunan akan dilanjutkan ke pasar modern, theme park, dan lain-lain. Kami akan memenuhi janji kami dalam hal ketepatan waktu,” imbuh Ciputra.

Secara keseluruhan, nantinya areal ini akan dibangun sekitar 120 ribu unit rumah hingga 15 tahun ke depan. Hingga saat ini, Ciputra Residence telah melakukan pembangunan di 430 hektare pertama tanah yang ada di tahap 1 dengan hasil 7.000 unit yang terjual. Pada awal 2017, ada pembangunan tahap 2 seluas 300 hektare dengan 12 ribu unit dan terjual 3.000 unit. Di tahap 2 ini, mereka mengembangkan lagi Kawasan Kintamani untuk segmen MBR bergaya resort Bali dengan harga Rp 157-250 juta.

Sumber: Marketeers.com
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya

Kota Baru Maja Akan Terkoneksi dengan Jalan Tol Serpong-Balaraja

Pembangunan tahap awal kota terpadu Citra Maja Raya yang berlokasi di Lebak, Banten telah rampung. PT Ciputra Residence sebagai pengembang kawasan tersebut telah mengubah 2.000 hektare lahan menjadi 12.000 unit hunian.
Untuk saat ini jumlah hunian yang sudah terjual sekitar 10.000 unit. Rinciannya, 7.000 unit telah dilakukan serah terima di tahap pertama hari ini sedangkan 3.000 unit akan menyusul di tahap kedua. Awal tahun depan, ada 1.000 unit rumah murah yang diprioritaskan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai kawasan Citra Maja Raya cukup strategis. Nantinya kawasan ini juga akan dilalui oleh jalan tol Serpong-Balaraja.

Jalan Tol Serpong-Balaraja akan dibangun dan dioperasikan oleh PT Trans Bumi Serbaraja. Total panjangnya mencapai 30 km dan terbagi menjadi tiga seksi dengan biaya pembangunan Rp 2,7 triliun.

“Kota Maja nanti ada Tol Serpong-Balaraja, yang dikembangkan oleh pengembang swasta dan BUMN. Tinggal ada masalah administrasi internal,” kata dia dalam acara peresmian Citra Maja Raya, Maja, Banten, Sabtu (18/11).

Basuki menambahkan Citra Maja Raya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang diperkirakan dapat menampung 1,2 juta penduduk. Selain akses jalan tol, Basuki memperkirakan Stasiun Maja juga akan diperbesar mengingat tempat ini akan menjadi titik sentral para komuter yang rutin menaiki KRL ke Jakarta dan sebaliknya.

“Nanti kalau ini full semua menjadi 1,2 juta jiwa makanya diusulkan oleh Pak Gubernur, mungkin Stasiun Kereta Api Majanya harus dikembangkan karena mungkin di sana lahan tanahnya juga sudah sempit, akan cari lahan yang mendekati pada kawasan-kawasan pengembangan ini,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sudah menyiapkan beberapa opsi agar Maja bisa berkembang dan menjadi kota mandiri baru. Misalnya pembangunan proyek double track kereta api hingga rencana pembangunan bandara baru.

“Kalau mikir sektoral (pembangunan bandara) layak tapi kita kan konstelasinya wilayah. Jangan sampai kita bangun tapi tidak memberikan layanan secara merata,” timbal Budi Karya.

Sumber: Kumparan.com
Foto: Dokumentasi Citra Maja Raya