Month: March 2016

PT Ciputra Residence Dapat Dana Pinjaman 30 Juta USD Dari IFC

International Finance Corporation (IFC), anggota Kelompok Bank Dunia, memberikan pinjaman US$ 30 juta untuk PT Ciputra Residence, pengembang properti perumahan terkemuka di Indonesia. Pinjaman tersebut sesuai dengan prioritas Pemerintah Indonesia dalam mendanai pembangunan perumahan baru untuk memenuhi permintaan di seluruh negeri dan membuka lapangan pekerjaan.

Kebutuhan akan perumahan di Indonesia yang belum terpenuhi diperkirakan mencapai jumlah hingga 15 juta rumah. Pinjaman dari IFC akan membantu pembangunan proyek-proyek properti residensial di seluruh Indonesia yakni meliputi Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Batam, dan Jawa, termasuk proyek pengembangan kota dengan fokus rumah murah di Citra Maja Raya, Banten.

“Pinjaman dari IFC akan mendukung upaya kami untuk memenuhi permintaan perumahan di Indonesia yang penduduknya yang semakin bertambah, sekaligus juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” kata Budiarsa Sastrawinata, Direktur Utama PT Ciputra Residence.

Di Indonesia, gedung menghabiskan sekitar 30 persen dari total konsumsi energi, dan diperkirakan akan meningkat hingga 40 persen pada tahun 2030. Dengan 70 persen dari populasi dunia diperkirakan akan tinggal menetap di perkotaan pada tahun 2050, bangunan hijau menjadi kunci strategis dalam menghadapi perubahan iklim. PT Ciputra Residence adalah pioneer dalam pengembangan perkotaan yang berkelanjutan di Indonesia dan telah mendapat IFC EDGE sertifikasi untuk Green Building design yang pertama di kawasan Asia Timur dan Pasifik pada bulan Oktober 2014. Sejak saat itu, PT Ciputra Residence telah memperoleh sertifikasi EDGE untuk proyek-proyek tambahan lainnya dan memperbaharui komitmennya untuk mengembangkan bangunan hijau sehubungan dengan pinjaman dari IFC.

EDGE IFC (Excellence in Design for Greater Efficiencies) adalah sistem sertifikasi bangunan untuk efisiensi sumber daya yang ditujukan agar dapat diterapkan di negara berkembang, dengan cara menyediakan solusi teknis bangunan hijau bagi para pengembang bangunan dan desainer. Sistem ini menghitung biaya modal dan penghematan operasional yang diproyeksikan untuk bangunan hijau. Perangkat lunak ini tersedia gratis di www.ifc.org/edge.

“Dukungan IFC untuk PT Ciputra Residence memungkinkan perusahaan untuk melakukan pembangunan perumahan di seluruh negeri, sejalan dengan prioritas Pemerintah Indonesia,” kata Sarvesh Suri, IFC Country Manager untuk Indonesia. “Komitmen PT Ciputra Residence menerapkan standar bangunan hijau IFC, menunjukkan upaya perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam sektor ini.”

Pinjaman baru dari IFC ini merupakan hubungan kerjasama yang berkelanjutan dengan PT Ciputra Residence. Pada tahun 2014, IFC memberikan jaminan kredit 20 persen sehubungan dengan penawaran obligasi 500 miliar rupiah (sekitar US$ 44 juta) oleh PT Ciputra Residence. Transaksi tersebut merupakan jaminan kredit parsial pertama untuk obligasi lokal di pasar modal Indonesia dan investasi pertama bagi IFC untuk bangunan hijau di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Tentang IFC
IFC , anggota Kelompok Bank Dunia , merupakan institusi pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar negara berkembang. Bekerja dengan lebih dari 2.000 bisnis di seluruh dunia, kami menggunakan modal kami, keahlian , dan pengaruh, untuk menciptakan peluang di lokasi yang paling membutuhkan. Di FY15, investasi jangka panjang kami di negara-negara berkembang naik menjadi hampir US$ 18 miliar, membantu sektor swasta memainkan peran penting dalam upaya global untuk mengakhiri kemiskinan yang ekstrim dan meningkatkan kemakmuran bersama.

Pembangunan Tiga Stasiun Jalur Tanah Abang-Maja Dijadwalkan Selesai April

Kabar gembira bagi Anda para pengguna KRL. Pembangunan tiga stasiun kereta commuter yakni Stasiun Kebayoran, Stasiun Parungpanjang dan Stasiun Maja akan rampung sebulan lagi.

“Pengguna kereta komuter lintas Jakarta-Serpong-Maja mulai bersiap menikmati tiga stasiun yang akan selesai dibangun pada April 2016,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, JA Barata dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/3/2016).

Barata menuturkan, gedung Stasiun Kebayoran dibangun dengan tinggi 14,5 meter dan lantai 2 seluas 3.384 m2 dengan panjang 120 meter, dan lebar 28,2 meter. Stasiun itu nantinya dapat menampung penumpang hingga 6.609 orang. Selain itu, telah dibangun pula peron tinggi 3 buah sepanjang 212 meter dan memiliki kapasitas penumpang hingga 7.031 orang.

Sedangkan pada Stasiun Parungpanjang, lanjutnya, telah dibangun gedung stasiun dengan tinggi stasiun 14,6 meter dan lantai 2 seluas 756 m2 dengan panjang 21 meter serta lebar 36 meter. Stasiun itu akan dapat menampung penumpang hingga 1.476 orang. 3 peron tinggi (1 meter dari elevasi rel), dengan luas peron 2.400 m2 dapat menampung penumpang 4.687 orang juga telah dibangun.

Sementara untuk Stasiun Maja, gedung stasiun dibangun dengan tinggi stasiun 15,2 meter dan luas lantai 2.570 m2. Stasiun itu nantinya dapat menampung penumpang hingga 1.113 orang. Selain itu, dibangun juga 2 peron tinggi (1 meter dari elevasi rel) dengan luas 2.400 meter.  Peron tersebut nantinya mampu menampung penumpang hingga 4.687 orang.

“Selain pembangunan gedung stasiun dan peron, pada ketiga stasiun tersebut juga telah dibangun sterilisasi atau pemagaran ornamen, pembangunan fasilitas penumpang seperti lift, ruang menyusui, ruang kesehatan, mushala, serta pengerjaan mekanikal-elektrikal dengan daya listrik masing-masing 6.000 VA untuk Stasiun Kebayoran, dan masing-masing 3.000 VA untuk Stasiun Parungpanjang dan Stasiun Maja,” tuturnya.

Sumber: DetikNews